Sementara itu, Kepulauan Kangean dan Maluku Utara menawarkan potensi wisata kepulauan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Danau Toba juga masuk dalam rencana penjajakan, memperlihatkan bahwa pengembangan layanan ini tidak terbatas pada destinasi pantai.
Meski sejumlah nama destinasi telah disebutkan, rute tersebut belum seluruhnya dipastikan akan beroperasi. Wisatawan yang berencana bepergian tetap perlu menunggu informasi resmi mengenai rute yang tersedia sebelum menyusun perjalanan berdasarkan layanan ini.
Pengembangan konektivitas seaplane ini turut dibahas dalam kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Santai Seaplane. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Indonesia membutuhkan solusi transportasi yang fleksibel untuk menghubungkan wilayah kepulauan dengan pusat transportasi utama.
“Geografi kepulauan Indonesia yang luas membutuhkan solusi transportasi yang inovatif dan fleksibel. Kemitraan dengan Santai Seaplane memungkinkan destinasi pesisir terpencil terhubung secara lebih efisien dengan pusat-pusat transportasi utama, membuka peluang baru bagi pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kepulauan,” ujar Widiyanti Putri Wardhana, dikutip dari keterangan resminya (21/20/2026).
Menurutnya, akses yang lebih baik dapat membuka peluang pengembangan destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Selain menjajaki sejumlah rute, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan akses menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.