Kendati demikian, Chong mengapresiasi lonjakan reputasi akademik dan reputasi lulusan di mata pemberi kerja (employer reputation) yang diraih kampus Indonesia dalam dekade terakhir (2016–2026). Hal itu dinilai tak lepas dari makin kuatnya kolaborasi global serta kemitraan perguruan tinggi dengan sektor industri.
Lebih lanjut, Jessica Turner menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk memastikan kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang bergerak cepat. QS mengestimasi, kemampuan menyelaraskan kebutuhan industri dengan keterampilan lulusan berpotensi menyumbang nilai ekonomi tambahan yang sangat signifikan di kawasan ASEAN hingga mencapai 900 miliar poundsterling pada 2035 mendatang.
Kemajuan yang diraih perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia juga tercermin dari optimisme BINUS University. Rektor BINUS University, Dr. Nelly menegaskan bahwa perubahan atau naik-turunnya peringkat merupakan hal yang relatif. Menurutnya, hal terpenting bagi lembaga pendidikan adalah konsistensi untuk terus bergerak maju dan memfasilitasi civitas akademika.
"Bagi BINUS, yang paling penting adalah bagaimana kita terus belajar dengan cepat serta membuka peluang sebesar-besarnya bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses belajar secara global," kata Nelly.