IDXChannel—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,43 juta kunjungan pada September 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,31 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Sejalan dengan itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 96,69 juta perjalanan pada September 2026, tumbuh 2,47 persen secara tahunan.
Berdasarkan negara asal dan paspor yang digunakan, kunjungan wisman ke Indonesia masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia dengan 239,22 ribu kunjungan atau 16,76 persen dari total kunjungan.
Selanjutnya, posisi kedua dipegang oleh wisatawan Australia yang tercatat sebanyak 177,35 ribu kunjungan (12,43 persen), disusul China sebanyak 153,57 ribu kunjungan (10,76 persen), serta Singapura sebanyak 134,36 ribu kunjungan (9,42 persen).
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) justru mengalami penurunan. Jumlah perjalanan wisnas pada September 2026 tercatat sebanyak 600,61 ribu perjalanan, turun 13,69 persen dibandingkan dengan September 2025.
Sedangkan dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada September 2026 mencapai 51,78 persen. Angka tersebut meningkat 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun turun 0,74 persen dibandingkan Agustus 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan, penurunan tingkat hunian hotel secara bulanan dipengaruhi oleh berakhirnya sejumlah periode libur pada Agustus 2026, termasuk libur sekolah dan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
"Penurunan TPK secara bulanan sejalan dengan berakhirnya puncak liburan sekolah dan libur HUT Kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11/2026).
Selain faktor musiman, kondisi tingkat hunian hotel pada September juga dipengaruhi oleh sejumlah kendala, di antaranya adalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas erupsi gunung berapi.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 25,57 persen. Capaian ini naik 0,19 persen secara tahunan, tetapi turun 1,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada September 2026 mencapai 1,67 malam. Durasi tersebut meningkat 0,02 malam dibandingkan dengan September 2025.
(Kidung Dhia)