“Saluran napasnya pun masih kecil, jadi sedikit lendir atau pembengkakan saja sudah bisa membuat mereka sesak. Karena itu, ISPA yang pada orang dewasa hanya batuk-pilek, pada balita bisa berkembang jauh lebih berat,” ungkap dia.
2. Lansia
Kelompok kedua adalah lansia. Kelompok ini masuk kelompok rentan karena seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh alami seseorang akan mengalami penurunan. Tak hanya sistem imun, mekanisme pertahanan fisik pada organ pernapasan juga ikut melemah. Sehingga cukup rentan terkena ISPA.
“Refleks batuk dan rambut-rambut halus di saluran napas, yang bertugas mendorong virus dan bakteri keluar, juga tak lagi bekerja sekuat dulu. Akibatnya, infeksi lebih mudah turun ke paru-paru, sehingga ISPA pada lansia lebih berisiko menjadi berat,” tutur Prof. Erlina.
3. Ibu Hamil
Ketiga adalah ibu hamil. Selama masa kehamilan, tubuh wanita secara alami mengalami penyesuaian daya tahan tubuh agar janin dapat tumbuh dengan aman. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih mudah terpapar infeksi. Di sisi lain, perubahan fisik juga memberi tekanan tersendiri pada fungsi pernapasan.
“Di saat yang sama, rahim yang membesar mendesak ruang paru-paru, padahal kebutuhan oksigen justru meningkat. Karena itu, ISPA lebih mudah membuat ibu sesak, dan dampaknya bisa ikut dirasakan janin,” ungkapnya.