Dedikasi serta kepemimpinannya membawa Jahja dipercaya masuk ke dalam jajaran Direksi BCA pada tahun 1999. Pada masa tersebut, ia memegang peranan kunci dalam mengawal pemulihan kinerja perseroan pascakrisis keuangan Asia 1997–1998. Kariernya terus melesat hingga ditunjuk sebagai Wakil Presiden Direktur BCA pada tahun 2005 guna memperkuat strategi bisnis perbankan transaksi dan komersial.
Puncak kepemimpinannya berlanjut saat ia resmi diangkat menjadi Presiden Direktur BCA pada tahun 2011. Selama 14 tahun memimpin hingga 2025, Jahja berhasil membawa BCA melakukan akselerasi digitalisasi perbankan, mengukuhkan posisi BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, serta mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Setelah menuntaskan masa jabatannya sebagai Presiden Direktur, Jahja kini mengemban amanah baru sebagai Presiden Komisaris BCA untuk terus memberikan arahan strategis bagi keberlanjutan bisnis perseroan.
(Rahmat Fiansyah)