Belajar dari riwayat kesehatannya, Jahja kini lebih disiplin dan berhati-hati dalam menjaga pola hidup guna mencegah risiko komplikasi organ tubuh lain yang dipicu oleh diabetes.
“Nah, jadi itu background. Tapi saya sudah tahun demi tahun sangat hati-hati. Karena mendengar bahwa diabetesnya aja sih enggak apa-apa katanya. Tapi komplikasinya dong. Dampak dari diabetes itu bisa ke pinggang, bisa ke kaki busuk, bisa ke mata. Banyak yang bisa merusak tubuh kita,” tuturnya.
Jahja juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh agar tidak mengalami hipoglikemia atau kondisi gula darah terlalu rendah yang bisa berdampak fatal.
“Gula itu perlu karena gula itu diubah oleh insulin, dibantu insulin masuk ke sel kita menjadi energi. Jadi kalau kita low glucose, hypoglycemia, enggak ada energi. Makanya bisa pingsan, saya pernah mengalami itu,” katanya.
Perjalanan karier Jahja Setiaatmadja di BCA membentang selama lebih dari tiga dekade dan menjadi bagian penting dari sejarah transformasi perbankan nasional. Langkahnya di BCA dimulai pada tahun 1990 saat ia bergabung sebagai Senior Vice President Regional Division, berbekal pengalaman di bidang keuangan perusahaan manufaktur serta Indomobil.