sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cerita Presiden Komisaris BCA Kena Diabetes Akibat Tuntutan Pekerjaan

Ecotainment editor Anggie Ariesta
13/10/2026 15:12 WIB
Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja membagikan pengalaman pribadinya mengidap penyakit diabetes selama 26 tahun.
Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja membagikan pengalaman pribadinya mengidap penyakit diabetes selama 26 tahun. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)
Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja membagikan pengalaman pribadinya mengidap penyakit diabetes selama 26 tahun. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA), Jahja Setiaatmadja membagikan pengalaman pribadinya mengidap penyakit diabetes selama 26 tahun. Kondisi kesehatan tersebut dialaminya sejak tahun 2000 akibat tuntutan pekerja.

Jahja menceritakan bahwa penyakit diabetes yang dialaminya bukan dipicu oleh faktor genetik atau keturunan, melainkan pola makan dan gaya hidup saat menjalankan tugas pekerjaan di perbankan.

“Saya dari tahun 2000 tuh udah kena diabetes. Dari 2000 sampai sekarang kan sudah 26 tahun. 26 tahun tuh bukan waktu yang singkat juga ya. Kenapa kena diabetes? Bukan dari keturunan,” katanya dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Jahja menjelaskan bahwa gejala diabetes mulai dialaminya saat menjelang usia 50 tahun. Tingginya frekuensi menjamu nasabah dengan sajian makanan dan minuman manis menjadi pemicu utama melonjaknya kadar gula darah saat itu.

“Saya di umur 50 waktu itu ya, 50 kurang dikit ya. Karena banyak entertain. Nah, kan siang malam nasabah berjubel gitu kan, tahun 2000. Itu siang malam entertain dan enggak mungkin kasih nasabah makanan yang enggak enak. Pasti yang enak dan waduh itu ngaco, gulanya juga bertubi-tubi. Biasanya jus tadi tuh, saya baru inget dulu waduh kita selalu tawarin jus. Padahal tawarin racun sebenernya,” ungkapnya.

Belajar dari riwayat kesehatannya, Jahja kini lebih disiplin dan berhati-hati dalam menjaga pola hidup guna mencegah risiko komplikasi organ tubuh lain yang dipicu oleh diabetes.

“Nah, jadi itu background. Tapi saya sudah tahun demi tahun sangat hati-hati. Karena mendengar bahwa diabetesnya aja sih enggak apa-apa katanya. Tapi komplikasinya dong. Dampak dari diabetes itu bisa ke pinggang, bisa ke kaki busuk, bisa ke mata. Banyak yang bisa merusak tubuh kita,” tuturnya.

Jahja juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh agar tidak mengalami hipoglikemia atau kondisi gula darah terlalu rendah yang bisa berdampak fatal.

“Gula itu perlu karena gula itu diubah oleh insulin, dibantu insulin masuk ke sel kita menjadi energi. Jadi kalau kita low glucose, hypoglycemia, enggak ada energi. Makanya bisa pingsan, saya pernah mengalami itu,” katanya.

Perjalanan karier Jahja Setiaatmadja di BCA membentang selama lebih dari tiga dekade dan menjadi bagian penting dari sejarah transformasi perbankan nasional. Langkahnya di BCA dimulai pada tahun 1990 saat ia bergabung sebagai Senior Vice President Regional Division, berbekal pengalaman di bidang keuangan perusahaan manufaktur serta Indomobil.

Dedikasi serta kepemimpinannya membawa Jahja dipercaya masuk ke dalam jajaran Direksi BCA pada tahun 1999. Pada masa tersebut, ia memegang peranan kunci dalam mengawal pemulihan kinerja perseroan pascakrisis keuangan Asia 1997–1998. Kariernya terus melesat hingga ditunjuk sebagai Wakil Presiden Direktur BCA pada tahun 2005 guna memperkuat strategi bisnis perbankan transaksi dan komersial.

Puncak kepemimpinannya berlanjut saat ia resmi diangkat menjadi Presiden Direktur BCA pada tahun 2011. Selama 14 tahun memimpin hingga 2025, Jahja berhasil membawa BCA melakukan akselerasi digitalisasi perbankan, mengukuhkan posisi BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, serta mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah menuntaskan masa jabatannya sebagai Presiden Direktur, Jahja kini mengemban amanah baru sebagai Presiden Komisaris BCA untuk terus memberikan arahan strategis bagi keberlanjutan bisnis perseroan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement