Selain persediaan barang, pemerintah akan memeriksa kelayakan kendaraan operasional koperasi, seperti truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan dan fasilitas pendukung benar-benar tersedia serta dapat digunakan.
Zulhas mengakui belum seluruh Kopdes Merah Putih memiliki fasilitas dan persediaan barang yang lengkap. Meski demikian, pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan operasional 8.000 koperasi prioritas tersebut dapat diselesaikan hingga akhir Oktober 2026.
"Pekerjaannya bertahap, tapi kita akan selesaikan ini sampai akhir bulan, mudah-mudahan ini bisa selesai yang 8.000. Nah, nanti bertahap terus akan dilanjutkan sampai semuanya bisa selesai, sampai pembangunan yang lain juga berlanjut," tuturnya.
Untuk memastikan kesiapan operasional, pemerintah akan memulai pemantauan serentak pada Kamis (15/10/2026). Monitoring terhadap 8.000 Kopdes Merah Putih tersebut akan berlangsung selama delapan hari dengan melibatkan pemerintah daerah dan jajaran terkait.
"Mulai besok kita akan lakukan monitoring ke seluruh Kopdes ini, 8.000 dulu pertama, dalam delapan hari. Selama delapan hari ini akan ngecek terus, apa yang belum, apa yang sudah. Ada yang sudah baik, ada yang belum," kata Zulhas.
(Rahmat Fiansyah)