Menurutnya, pendekatan tersebut juga memungkinkan perencanaan biaya dilakukan secara lebih akurat sejak tahap awal sekaligus mengurangi risiko keterlambatan dan ketidakkonsistenan kualitas di lokasi proyek.
Bali menjadi lokasi yang relevan bagi ViroFab untuk menunjukkan penerapan sistem tersebut. Sebagai salah satu destinasi luxury hospitality dunia, Bali memiliki kebutuhan terhadap proyek yang mampu menggabungkan desain, kualitas, pengalaman dan karakter lingkungan tropis.
ViroFab Pre-Fabricated Building System dirancang untuk berbagai kebutuhan, antara lain luxury villas, boutique resorts, wellness retreats, island developments, beachfront hospitality, serta premium residential.
Dengan karakter tersebut, kata dia, TenuNYamaN menjadi contoh bagaimana sistem prefabrikasi dapat diterapkan pada pembangunan yang memiliki tuntutan tinggi terhadap kualitas arsitektur dan pengalaman pengguna. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama TenuNYamaN sebagai living showcase.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga merasakan bagaimana teknologi, desain, material, pencahayaan, lanskap dan berbagai elemen lainnya dapat bekerja bersama menciptakan pengalaman ruang. Itulah mengapa TenuNYamaN kami hadirkan sebagai living showcase, bukan sekadar booth pameran,” katanya.
Johan Yang menilai kolaborasi lintas industri menjadi bagian penting dalam membangun standar baru tropical luxury living.
“TenuNYamaN memperlihatkan bahwa sebuah proyek premium membutuhkan lebih dari sekadar satu teknologi atau satu produk. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan manufaktur, desain, material, teknologi dan craftsmanship. Kolaborasi inilah yang memungkinkan setiap elemen hadir dalam satu pengalaman ruang yang utuh,” ujar dia.
Bagi ViroFab, nilai utama dari sistem prefabrikasi bukan sekadar kecepatan pembangunan. Lebih dari itu, ViroFab menawarkan certainty for luxury development.
Kepastian menjadi penting bagi pengembang luxury hospitality dan premium residential karena proyek pada segmen tersebut memiliki standar kualitas tinggi serta membutuhkan pengendalian waktu dan biaya yang ketat.
Melalui proses fabrikasi yang lebih terkontrol, ViroFab berupaya menciptakan proses pembangunan yang lebih terukur tanpa mengurangi fleksibilitas desain.
“Kami percaya masa depan konstruksi bukan hanya tentang membangun lebih cepat, tetapi membangun dengan lebih pasti. Pada akhirnya, kami tidak menjual prefab semata. Kami menghadirkan certainty for luxury development,” ujar Johan Yang.
Sebagai informasi, ViroFab membawa TenuNYamaN sebagai pilot project pada ARCH 2026. Setelah sukses pada acara tersebut, TenuNYamaN kembali hadir dalam JIA Curated 2026 pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.
(Dhera Arizona)