Kedekatan dengan pusat kota bukan lagi satu-satunya pertimbangan dalam memilih tempat tinggal, melainkan juga aspek lain seperti kualitas lingkungan, ketersediaan fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari, hingga aksesibilitas menuju berbagai destinasi penting.
Fenomena ini memicu transformasi besar yang terjadi di berbagai wilayah penyangga ibu kota, termasuk Tangerang Raya, menjadi new economic hub yang mengintegrasikan hunian dengan pusat aktivitas dan transportasi.
Pertumbuhan Tangerang Raya sebagai kawasan hunian di wilayah penyangga Jakarta tercermin dari perkembangan infrastruktur fisik wilayah dan peningkatan jumlah penduduknya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang mencatat pertumbuhan penduduk yang signifikan, di mana pada 2025 jumlah penduduk Tangerang menjadi sekitar 3,5 juta jiwa atau meningkat sekitar 2,8 persen, yang dipengaruhi oleh kelahiran dan migrasi penduduk.