IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 akan bergerak lebih tinggi disandingkan capaian paruh pertama tahun ini. Pemerintah meyakini kinerja perekonomian nasional bakal melaju di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen hingga akhir 2026.
Suahasil mencatat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional telah terbentuk cukup solid sejak awal tahun.
"Pertumbuhan ekonomi 5,45 (persen) itu di semester I-2026. Lalu kemudian semester II ini kami yakin bahwa bisa tumbuh di sekitar 5,5 sampai dengan 5,6 (persen)," ujar Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Ketika dikonfirmasi mengenai proyeksi spesifik untuk pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, Suahasil belum membeberkan rincian angkanya secara eksplisit.
Namun, dia memberi sinyal bahwa data dan angka rincinya akan dipaparkan bersamaan dengan konferensi pers rilis kinerja APBN KiTa penutupan September 2026.
"Udah itu nanti kami akan beri tahu. APBN besok ya? Besok oke APBN kita untuk tutup bulan September. Oke makasih ya semuanya," ujar Suahasil.
Dalam forum refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Suahasil menegaskan APBN 2027 dirancang sebagai katalis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, naik dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
Di samping itu, Suahasil juga membeberkan penerimaan dividen dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) hingga saat ini belum dicatat atau diperhitungkan dalam postur APBN 2026 maupun perancangan APBN 2027.
Menurutnya, kontribusi Danantara lebih dititikberatkan pada dampak riil penciptaan lapangan kerja dan penyelesaian masalah ekonomi di masyarakat ketimbang sekadar angka dividen.
(Dhera Arizona)