Suahasil menambahkan, pola kerja fleksibel ini diterapkan mengingat isu-isu strategis seperti ekonomi internasional maupun belanja negara sering kali bersinggungan langsung dengan sektor penerimaan.
“Karena sifatnya adalah fokus pekerjaan, berarti yang lainnya juga akan diperhatikan. Pak Wamen Nurkholis meskipun fokusnya adalah penerimaan, juga akan mencover, juga akan melihat soal isu internasional, karena isu internasional itu juga ada isu penerimaan; juga akan melihat isu dukungan management internal, Pak Luky dengan fokus di belanja dan perbendaharaan juga akan melihat aspek dari internasional, sektor keuangan dan seterusnya,” paparnya.
Dengan tuntasnya pengisian formasi pimpinan ini, Kemenkeu optimistis dapat menjalankan fungsi pengelolaan fiskal secara lebih responsif dan terintegrasi.
“Jadi kami akan bekerja secara bersama-sama namun akan ada beberapa fokus wakil menteri yang sekarang formasinya komplit,” kata Suahasil.
(Rahmat Fiansyah)