Dari sisi investasi, pertumbuhan diperkirakan tetap terakselerasi berkat realisasi proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur prioritas nasional.
“Sementara itu, konsumsi pemerintah didukung oleh percepatan belanja dan penyaluran bantuan sosial,” ujar dia.
Di sektor eksternal, kinerja ekspor nonmigas mencatatkan peningkatan seiring upaya mengoptimalkan momentum penguatan harga serta permintaan komoditas global.
Kondisi ekonomi makro yang solid juga tecermin dari sejumlah indikator riil. Penjualan mobil dan sepeda motor mencatatkan pertumbuhan tinggi masing-masing sebesar 28,1 persen (yoy) dan 15,4 persen per September 2025.
Di saat yang sama, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia terus berada di zona ekspansif, naik dari level 52 pada September 2026 menjadi 54 pada Oktober 2026.