sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Suahasil: Efisiensi APBN Bukan Sekadar Pangkas Anggaran

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
23/09/2026 18:50 WIB
Suahasil Nazara menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi instrumen untuk menggerakkan perekonomian.
Suahasil: Efisiensi APBN Bukan Sekadar Pangkas Anggaran (Foto: iNews Media Group)
Suahasil: Efisiensi APBN Bukan Sekadar Pangkas Anggaran (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi instrumen untuk menggerakkan perekonomian. 

Belanja negara harus diarahkan secara lebih tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.

"Selain mengumpulkan lebih banyak, APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekadar potong anggaran, tapi meningkatkan efisiensi," ujar Suahasil dalam acara Antara Business Forum 2026, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, efisiensi anggaran tidak semata-mata dilakukan dengan memangkas belanja. Pemerintah perlu memastikan anggaran yang tersedia dialokasikan ke sektor dan program yang memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian.

"Sehingga belanja masuk ke titik-titik penting, yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, mendorong program prioritas nasional," katanya.

Di sisi penerimaan, Suahasil menegaskan fungsi pajak juga tidak hanya untuk mengumpulkan penerimaan negara. Kebijakan perpajakan juga perlu diarahkan untuk memberikan insentif kepada sektor-sektor yang dinilai strategis bagi perekonomian.

"Pajak fungsinya bukan hanya mengumpulkan penerimaan, pajak fungsinya juga memberikan insentif di titik-titik penting perekonomian kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Suahasil menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan peran APBN. Harmonisasi kebijakan dan kesamaan cara pandang diperlukan agar kebijakan fiskal dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian.

"Jadi kemudian sinergi, pemerintah pusat dan daerah, harmonisasi kebijakan, cara pandang," tutur Suahasil.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement