Proyek pabrik ini akan dijalankan secara bertahap menuju kapasitas penuh demi mengikis ketergantungan terhadap aspal minyak impor sekaligus membidik pasar ekspor kawasan.
Langkah hilirisasi aspal alam ini sejalan dengan upaya menekan beban devisa negara. Data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perindustrian periode 2024–2025 mencatat kebutuhan aspal nasional mencapai 1,05 juta hingga 1,2 juta ton per tahun.
Dari total volume tersebut, sekitar 78 persen masih dipenuhi melalui jalur impor dengan nilai belanja devisa menembus lebih dari USD470 juta per tahun.
Di ranah manufaktur padat karya, Rosan menemui pimpinan H&M Group beserta sembilan mitra rantai pasoknya asal China dan Hong Kong yang tengah merealisasikan investasi di sembilan pabrik baru di wilayah Jawa. Fasilitas tersebut mencakup lini produksi terintegrasi, mulai dari pencelupan benang, pertenunan, perajutan, proses penyempurnaan hingga pembuatan pakaian jadi (garmen).