Di sektor digital, PROSPERA diharapkan dapat mendukung penyiapan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pemegang ekonomi digital terbesar di ASEAN serta persiapan penandatanganan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN di Manila pada bulan depan.
Guna mengoptimalkan hubungan ekonomi bilateral, Pemerintah juga mendorong perluasan kerja sama pariwisata dan konektivitas udara melalui penambahan penerbangan regional langsung antara kota-kota di Indonesia dan Australia.
Kemenko Perekonomian dan DFAT bersiap menggelar PROSPERA Advisory Board Meeting guna meninjau arah strategis serta memfinalisasi Rencana Kerja Strategis (Strategic Work Plan) dan Rencana Kerja Tahunan (Annual Work Plan) yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
“Keberhasilan PROSPERA Fase II tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perbaikan berkelanjutan pada kualitas kelembagaan ekonomi Indonesia serta manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Semoga momen ini menjadi penanda pembaruan komitmen kita menuju masa depan yang lebih kuat dan makmur bagi Indonesia dan Australia,” ujar Airlangga. (Kidung Dhia Fardheena)
(NIA DEVIYANA)