Tidak hanya itu, kata dia, SKK Migas juga memperkirakan reserve replacement ratio (RRR) akan mencapai 221,4 persen pada akhir 2026. Proyeksi ini mencerminkan potensi penambahan cadangan yang melampaui volume cadangan yang diproduksikan, sekaligus menegaskan keberhasilan eksplorasi dan pengembangan lapangan yang akan berkontribusi positif untuk keberlanjutan produksi migas nasional.
Untuk membuka lebih banyak peluang bagi investor global, Indonesia menawarkan beragam jalur partisipasi, mulai dari pengembangan wilayah kerja yang telah berjalan, optimalisasi aset, hingga skema kemitraan seperti farm-in/farm-out.
Pemerintah juga berkomitmen menjaga fleksibilitas serta daya tarik fiskal yang kompetitif dan fleksibel bagi investor, melalui pilihan skema kontrak bagi hasil gross split dan cost recovery sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2024.
Djoko menyampaikan, pemerintah berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang lebih atraktif dan kompetitif. “Kami siap memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam proses perizinan, mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas fiskal untuk mengakomodasi kerja sama internasional yang semakin baik,” katanya.