Dia menjelaskan, proyek Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi gas sebesar 1.380 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari jumlah ini, gas akan diolah menjadi LNG dengan kapasitas produksi 9,5 MTPA (Million Tonnes Per Annum / juta ton per tahun).
Selain LNG, proyek tersebut juga ditargetkan menghasilkan gas pipa untuk kebutuhan domestik sebesar 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta kondensat sebanyak 35.000 barel per hari.
Djoko menilai, pengembangan proyek Masela memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, terutama melalui peningkatan pasokan gas untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik.
Dia mengungkapkan, pemerintah telah menyetujui alokasi gas domestik dari proyek tersebut, termasuk pasokan gas pipa untuk PT Pupuk Indonesia (Persero) serta LNG untuk PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan alokasi ekspor LNG dari proyek Masela sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan energi nasional sekaligus penjualan gas ke pasar internasional.