sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prancis Hadapi Aksi Jual Obligasi usai Dilanda Kerusuhan Besar

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
19/10/2026 10:25 WIB
Prancis bersiap menghadapi aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah setelah negara itu dilanda gelombang protes dan kerusuhan.
Prancis Hadapi Aksi Jual Obligasi usai Dilanda Kerusuhan Besar. (Foto: Wikimedia Commons)
Prancis Hadapi Aksi Jual Obligasi usai Dilanda Kerusuhan Besar. (Foto: Wikimedia Commons)

Lebih dari 1.800 orang telah ditangkap setelah protes nasional berubah menjadi kekacauan, dengan mobil dibakar, toko dan restoran dijarah, dan balai kota di Limoges dilalap Api.

Kerusuhan ini terjadi setelah demonstrasi mahasiswa selama beberapa minggu terkait kondisi sekolah, yang kini meluas menjasi aksi protes mengenai tingginya biaya hidup dan harga bahan bakar.

Kerusuhan ini terjadi di tengah kebuntuan kebijakan fiskal. Paris menyiapkan pemotongan anggaran besar-besaran yang ditentang banyak pihak.

Para pendukung pemotongan anggaran mengklaim paket tersebut sangat penting untuk memperbaiki keuangan publik, karena Prancis mengalami defisit lebih dari lima persen dan memiliki utang pemerintah hampir 120 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis mencapai level tertinggi dalam 24 tahun pada awal bulan ini, dengan suku bunga obligasi 10 tahun mencapai 4,9 persen, naik dari 3,2 persen pada akhir Februari.  Saat ini angka tersebut berkisar sekitar 4,8 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement