IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan secara penuh. Pakar Pangan dan Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas, buka suara terkait klaim tersebut.
Menurut dia, berdasarkan analisis data impor riil, tingkat ketergantungan terhadap pasokan pangan luar negeri justru menunjukkan tren yang terus membumbung tinggi.
Menurut catatan yang dihimpun Dwi, indikator ketergantungan ini terlihat jelas dari data impor 12 komoditas pangan utama nasional yang memiliki volume masuk di atas 100.000 ton per tahun. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gandum, kedelai, gula tebu, ubi kayu, bawang putih, kacang tanah, daging sapi, kentang, bawang bombai, dan susu.
Pada 2008, total impor komoditas utama ini tercatat sebesar 8,3 juta ton, kemudian melonjak menjadi 22,6 juta ton pada 2014, hingga mencapai puncaknya sebesar 34,4 juta ton pada 2024. Meskipun sempat turun ke angka 27,7 juta ton pada 2025 berkat upaya pemerintah, angka impor tersebut dinilai masih tergolong sangat tinggi.
Dwi memaparkan soal volume impor untuk 12 komoditas pangan utama nasional terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Ia menilai tingginya ketergantungan ini membuat narasi mengenai tercapainya ketahanan pangan mandiri secara menyeluruh menjadi tidak realistis.