Dia menilai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 juga menunjukkan kondisi yang positif. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.
Di sisi lain, belanja negara tumbuh 18,2 persen. Menurut Prabowo, belanja tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menggerakkan perekonomian.
Meski belanja negara tumbuh, Prabowo menyebut defisit APBN masih terjaga pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal," katanya.