"Persoalannya muncul ketika Anda telah mendekati atau mencapai garis depan teknologi di berbagai sektor, di mana institusi yang tadinya menguntungkan bagi fase mengejar ketertinggalan tidak lagi kondusif. Keuntungan dari keterbelakangan itu telah habis, sehingga Anda harus mulai memproduksi inovasi garis depan," ujar Howitt.
Pada fase kematangan tersebut, korporasi raksasa yang kaku tidak lagi memadai untuk memacu pertumbuhan lanjutan. Inovasi fundamental yang mengubah paradigma industri justru menuntut lingkungan usaha yang ramah terhadap terobosan baru.
Howitt menggarisbawahi bahwa dinamika pembaharuan ekonomi di negara-negara maju selalu bertumpu pada keberanian perusahaan rintisan baru.
"Apa yang Anda butuhkan untuk berinovasi di garis depan bukanlah korporasi raksasa yang kaku, melainkan ekosistem yang menumbuhkan perusahaan kecil, lincah, dan agresif sebagai motor inovasi radikal. Pola ini terbukti di Amerika Serikat dan Eropa, di mana disrupsi terbesar selalu lahir dari perusahaan rintisan baru," kata Howitt.
(NIA DEVIYANA)