Hanif menjelaskan, masyarakat setempat selama ini memiliki kedekatan dengan alam dan menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari lingkungan kehidupan sehari-hari. Meski demikian, aktivitas warga tetap harus memperhatikan status kawasan sebagai taman nasional.
Dia juga memastikan tidak ada investasi yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Wasur. "Jadi saya rasa kalau kegiatan yang dilakukan di sana masih skala kearifan lokal yang ada di masyarakat. Tidak ada investasi yang ada di sana, tidak ada sama sekali investasi yang masuk," katanya.
Selain itu, Hanif menegaskan tidak ada Proyek Strategis Nasional (PSN) di dalam kawasan Taman Nasional Wasur. Adapun pembangunan kebun tebu yang menjadi perhatian berada di sebelah barat kawasan taman nasional.
"PSN tidak ada masuk di Wasur. Kalau kita bicara mungkin yang terkait dengan pembangunan kebun tebu, itu ada di sisi sebelah barat dari Taman Nasional. Itu sudah dijaga ketat dengan batas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Tidak ada investasi di dalam taman nasional," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)