Susanti menilai pengembangan transportasi publik tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan kendaraan listrik. Ketersediaan layanan angkutan umum yang memadai juga harus menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Strateginya bukan hanya mengelektrifikasi kendaraan, tetapi juga mempercepat ketersediaan transportasi publik,” katanya.
Selain persoalan biaya dan ketersediaan layanan, Susanti mengingatkan bahwa peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Kebiasaan menggunakan motor untuk bepergian ke mana saja tidak bisa begitu saja berubah hanya dengan menghadirkan armada bus.
Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan dukungan dan pemahaman masyarakat sejak awal. Karena itu, informasi mengenai transportasi publik yang tersedia di setiap daerah juga perlu dibuka seluas mungkin.
Susanti berharap platform E-Bus Hub yang dikembangkan ITDP bersama Kementerian Perhubungan dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Melalui platform itu, publik juga bisa mengetahui perkembangan transportasi publik di daerahnya dan mendorong pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih baik.