sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Tegaskan Pembukaan Hutan Jadi Opsi Terakhir untuk Produksi Etanol

Economics editor Tangguh Yudha
21/09/2026 12:21 WIB
Mentan memastikan pembukaan hutan menjadi opsi terakhir dalam penyediaan lahan untuk mendukung produksi etanol.
Mentan Tegaskan Pembukaan Hutan Jadi Opsi Terakhir untuk Produksi Etanol. (Foto: iNews Media Group)
Mentan Tegaskan Pembukaan Hutan Jadi Opsi Terakhir untuk Produksi Etanol. (Foto: iNews Media Group)

"Kalau sudah cocok dengan tebu, oke, itu aja kita pakai. Paling terakhir baru pelepasan hutan. Itu paling terakhir. Pokoknya kita jaga lingkungan, tetapi kita juga menjadi swasembada energi atau berdaulat energi," sebutnya.

Menurut Amran, penyediaan lahan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan etanol berbahan baku singkong, tebu, dan jagung. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai swasembada atau kedaulatan energi.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penggunaan E50. Ia memperkirakan penerapan E50 bersama B50 berpotensi menghemat devisa hingga USD30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun apabila seluruh target dapat terealisasi.

"Mimpi kita adalah E50 sudah jadi kenyataan. Tidak impor solar kan sekarang? Insyaallah ke depan E50. Nilai kita bisa hemat kalau seluruhnya bisa selesai E50 dengan B50 itu USD30 miliar. Artinya kurang lebih Rp500 triliun per tahun kita hemat devisa kita," kata Amran.

Adapun anggaran mendukung produksi tersebut, kata Amran, akan menggunakan skema pendanaan pembangunan dari BUMN sebesar 30 persen dan swasta 70 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement