Menurut Leontinus, akses pasar perlu dibangun secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas. Karena itu, Kemenko PM juga menghadirkan workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 peserta, dengan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal.
“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan, RRI Fest merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang temu masyarakat di berbagai daerah. Kolaborasi dengan Kemenko PM memperkuat fungsi tersebut dengan memberikan ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi yang mendapat dukungan program karena memiliki sentra industri alas kaki di Ciomas yang telah lama menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Melalui sinergi pemerintah dan media, Kemenko PM mendorong agar pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan atau bantuan, tetapi berlanjut hingga masyarakat mampu mengembangkan usaha, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan semakin mandiri secara ekonomi.
(kunthi fahmar sandy)