Pertama, optimalisasi pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan instrumen kebijakan fiskal dan moneter secara padu guna menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Kedua, penguatan Sektor Eksternal menjaga stabilitas dari potensi gejolak eksternal pada sektor perdagangan dan aliran modal asing (capital inflows).
"Untuk mendorong masuknya aliran modal asing ini kita coba sinergikan termasuk kebijakan kita terkait insentif yang kita berikan untuk biaya hedging untuk dana asing yang masuk ke pasar domestik kita, maka kita gunakan underlying untuk pembelian SBN juga termasuk SRBI, saham, dan pinjaman luar negeri," ujar Destry.
Ketiga, pengelolaan Likuiditas Perekonomian adalah memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan sektor riil, termasuk merespons dinamika perebutan dana yang memicu kenaikan beban biaya dana (cost of fund).
"Karena ada fenomena tingginya suku bunga deposito di bank-bank sehingga itu mendorong cost of fund. Dan menteri keuangan melihat ini kalau terkait BLU dari pemerintah tentu ada satu imbauan untuk tidak jor-joran dalam permintaan suku bunga, ini kita bicarakan juga," ujarnya.