Dia menyebut penutupan selat Hormuz akibat konflik yang tengah terjadi menyebabkan Indonesia kehilangan 25 persen pasokan minyak nasional. Padahal, minyak yang didatangkan dari wilayah tersebut cenderung lebih murah ketimbang didatangkan dari negara lain.
"Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," katanya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengumumkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas. BLU ini akan menjadi kepanjangan tangan langsung dari pemerintah untuk melakukan pengadaan impor minyak mentah.
Bahlil menerangkan, saat Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja ke sebuah negara dan sekaligus terdapat potensi untuk membeli minyak, maka bisa segera dilakukan lewat BLU Lemigas.
"Tujuannya agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi. Itu bisa G-to-G, kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain, terkait dengan crude, itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat G-to-B lewat negara gitu ya," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).
(Dhera Arizona)