sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lampaui 2025, Transaksi LCT Tanpa Dolar AS Tembus USD49,4 Miliar

Economics editor Anggie Ariesta
24/09/2026 02:00 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT).
Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT). (Foto: iNews Media Group)
Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT). Hingga Agustus 2026, akumulasi nilai transaksi LCT telah menembus USD49,4 miliar, melampaui pencapaian sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar USD25,7 miliar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa peningkatan pesat ini mencerminkan kian solidnya adopsi mata uang lokal untuk menopang kegiatan perdagangan serta investasi lintas negara.

"Perkembangan LCT sangat baik. Tahun 2025 total transaksi LCT mencapai USD25,7 miliar ekuivalen. Sementara hingga Agustus 2026 sudah mencapai USD49,4 miliar ekuivalen," kata Thomas dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Melihat laju positif dalam delapan bulan pertama tahun ini, Thomas optimistis bahwa nilai transaksi LCT di penghujung tahun 2026 akan mampu melampaui dua kali lipat realisasi tahun lalu.

Dia menambahkan, penguatan skala LCT menjadi bagian dari strategi mendasar untuk memperkokoh struktur perekonomian nasional saat berhadapan dengan dinamika volatilitas pasar keuangan internasional.

"LCT tumbuh sangat baik. Kami berharap instrumen ini dapat membantu memperkuat struktur ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Hingga saat ini, implementasi kerja sama LCT Indonesia telah aktif berjalan bersama tujuh negara mitra, yaitu China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura.

Skema LCT ini memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dan investor untuk bertransaksi menggunakan mata uang lokal dari masing-masing negara tanpa perlu bergantung pada dolar AS. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas biaya transaksi serta memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Ke depan, BI terus mengakselerasi perluasan jangkauan kerja sama LCT. Thomas membeberkan bahwa BI saat ini sedang mematangkan inisiasi kerja sama serupa dengan tiga negara mitra baru, yakni India, Filipina, dan Hong Kong.

Perluasan jaringan ini diharapkan dapat memperluas cakupan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas sekaligus memperkuat daya tahan sektor eksternal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement