IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap bahwa ekspor produk peternakan Indonesia terus mencatat pertumbuhan pada 2026. Disebutkan ekspor ayam meningkat 33 persen hingga semester ini, sedangkan ekspor telur tumbuh 13 persen.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan peningkatan ekspor tersebut terus terjadi dari tahun ke tahun, baik dari sisi volume, nilai maupun negara tujuan.
"Di samping volume, nilai, negara tujuannya juga terus bertambah. Dan 2-3 bulan terakhir ini kami tambah lima negara ya yang sedang kita progres ini, baik negara di Asia maupun juga ada yang ke Eropa," ujarnya dalam acara International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (IDLEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/9/2026).
Makmun mengatakan sejumlah negara di Asia telah menjadi tujuan ekspor produk peternakan Indonesia. Di antaranya Singapura yang telah menerima ekspor telur hingga live bird.
"Kalau di Asia sekarang kan yang sudah berjalan seperti Singapura, itu sudah sampai telur dan live bird pun kita ekspor ke sana. Ini kemudian ke Vietnam ada bibit kita, DOC teman-teman juga kirim. Ya Timor Leste, ke Jepang," kata dia.
Selain pasar yang sudah berjalan, Makmun menyebut pihaknya tengah memproses pembukaan pasar baru di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Ekspor ke kedua negara tersebut salah satunya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah umrah dan haji.
"UAE dan Arab Saudi sedang kita progres untuk menopang juga konsumsi di teman-teman yang umrah dan haji utamanya. Sehingga jamaah Indonesia bisa mengonsumsi sesuai dengan selera lidahnya sendiri," kata Makmun.
Menurut dia, produk makanan tersebut nantinya dapat diproses atau dimarinasi di Indonesia sebelum dikirim ke Arab Saudi. Upaya tersebut dilakukan agar jemaah Indonesia dapat memperoleh makanan dengan cita rasa yang sesuai.
Kementan juga tengah mendorong ekspor produk ayam dalam bentuk karkas ke Arab Saudi. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah setempat.
"Karena yang karkas ini masih menjadi negosiasi kami dengan pemerintah Arab Saudi. Mudah-mudahan tahun depan ini sudah bisa masuk, Pak. Sehingga bisa meningkatkan nilai ekspor," tutur dia.
(kunthi fahmar sandy)