Widiyanti menjelaskan, kuliner Indonesia memiliki keunggulan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang autentik. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati cita rasa makanan, tetapi juga mengenal sejarah, tradisi, hingga kehidupan masyarakat di daerah asal kuliner tersebut.
Dengan demikian, pengembangan wisata gastronomi diharapkan tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah, serta pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Sebagai salah satu upaya memperkuat potensi tersebut, Kemenpar menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 yang berlangsung pada 7 Oktober hingga 1 November 2026. Festival ini digelar melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), serta didukung Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra perbankan utama.
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha makanan dan minuman sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat.