Lebih lanjut, Allan mengatakan PT KAI sendiri sudah memiliki komitmen untuk pengadaan KRL sejak tahun 2023 hingga beberapa tahun mendatang. Komitmen pembelian KRL sejak tahun 2023 sebanyak 35 unit, sementara Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan untuk pengadaan KRL baru sebanyak 30 unit dalam beberapa tahun mendatang.
Dia mendorong PT KAI untuk segera merealisasikan komitmen pengadaan KRL yang berjumlah 35 unit sejak tahun 2023. Namun memang saat ini masih kurang 8 trainset lagi yang perlu dipenuhi.
Allan juga menyoroti rencana PT KAI untuk melakukan pengadaan KRL bekas dari Jepang. Hal tersebut diketahui lewat proposal yang diterima PT KAI kepada Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Kemenhub berharap kepada PT KAI untuk melakukan pengadaan KRL baru ketimbang impor bekas untuk memenuhi permintaan penumpang.
"Mereka sudah menyampaikan proposalnya (rencana impor KRL bekas dari Jepang). Sedang kami pelajari dan sedang kami evaluasi, terutama terkait spesifikasi teknisnya," tuturnya.
Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengusulkan kepada parlemen untuk pengadaan KRL melalui impor bekas dari Jepang. Hal tersebut menimbang kecepatan waktu, ketimbang harus menunggu waktu produksi kereta baru yang memakan waktu.