"Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru," ujar Ronald dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Ronald menjelaskan sebagian besar lapangan migas yang saat ini beroperasi, termasuk di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, telah mengalami penurunan produksi secara alamiah. Kondisi tersebut membuat eksplorasi lapangan baru menjadi faktor penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan produksi migas nasional.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia juga mulai menunjukkan pemulihan. Kembalinya sejumlah perusahaan internasional dan munculnya ketertarikan dari pemain baru dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap iklim investasi hulu migas Indonesia.
"Kembalinya sejumlah perusahaan internasional serta meningkatnya ketertarikan pemain baru mencerminkan tumbuhnya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi di Indonesia," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)