Atas inisiatif tersebut, IIF juga telah mendapatkan pengakuan di level internasional lewat sejumlah penghargaan, termasuk dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026, serta CorporateTreasurer Awards 2026.
"Ini mencerminkan bagaimana inovasi, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG di IIF telah membantu klien menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih cepat, pengelolaan risiko iklim, hingga peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan berkelanjutan," ujar Rizki.
Menurut Rizki, pengakuan internasional bagi IIF tidak semata-mata seremoni penghargaan saja, melainkan alat validasi atas manfaat nyata dari inovasi operasional, layanan advisory, serta penguatan aspek ESG, yang bermuara pada kualitas layanan Perseroan terhadap klien.
Misalnya saja program pendampingan untuk memperkuat praktik keberlanjutan dan pengelolaan risiko ESG dalam kegiatan bisnis dan investasi klien.
Komitmen tersebut, dijelaskan Rizki, didukung oleh penerapan Climate Risk Management yang telah terintegrasi ke dalam kerangka Enterprise Risk Management IIF, di mana sejak 2025, Policy Implementation Procedure (PIP) Climate Risk Management telah diterapkan pada proyek yang sedang berjalan maupun proyek dalam pipeline untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap risiko iklim fisik dan risiko transisi.
"IIF turut memperkuat kapasitas klien melalui berbagai program knowledge sharing dan capacity building. Salah satunya adalah pelatihan pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang diselenggarakan untuk membantu klien memahami metodologi penghitungan emisi dan meningkatkan kesiapan dalam memenuhi tuntutan pelaporan keberlanjutan yang terus berkembang," ujar Rizki.