Salah satu sarana utamanya adalah FRU Lumbung Dewata yang memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 41 MMSCFD. Gas hasil regasifikasi ini disalurkan langsung untuk menyuplai bahan bakar PLTD Pesanggaran, penopang utama sistem kelistrikan Bali.
Di saat yang sama, SPMT juga tengah melakukan penataan kawasan Pelabuhan Benoa. Fasilitas Terminal LNG yang sebelumnya berada di area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) direlokasi ke Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).
Meskipun terdapat proses penataan dan relokasi, Sugeng memastikan bahwa fungsi dan keandalan operasional pasokan energi tidak akan terganggu. Langkah penataan ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mengoptimalkan infrastruktur dan kapabilitas operasional BUMN.
"Penerapan ESG bukan hanya terkait aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana memastikan operasional berjalan aman, efisien, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan Terminal LNG Benoa menjadi salah satu langkah kami untuk mendukung hal tersebut," tutur Sugeng.
(kunthi fahmar sandy)