sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hubungan RI-Singapura Memanas, Berisiko Ancam Ketahanan Energi Nasional

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
01/11/2026 22:00 WIB
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura.
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura. (Foto:
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura. (Foto:

Dia menilai, pemerintah perlu mulai melakukan diversifikasi sumber impor BBM dengan mencari negara pemasok alternatif, termasuk India dan China. Langkah tersebut penting untuk mengurangi eksposur risiko apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan dari Singapura.

Namun, upaya diversifikasi tersebut bukan tanpa konsekuensi. Pengalihan sumber impor berpotensi meningkatkan biaya pengadaan BBM karena jarak pengiriman dan ongkos logistik yang lebih tinggi.

"Konsekuensinya biaya pengadaan BBM lebih tinggi karena ongkos logistiknya lebih mahal. Kalau misalnya kita mengalihkan dari Singapura ke Rusia, ongkosnya tentu lebih mahal. Berarti biaya pengadaan BBM lebih tinggi," tuturnya.

Meski demikian, Fabby menilai peningkatan biaya tersebut perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Sebab, risiko ketergantungan terhadap satu negara pemasok dapat jauh lebih besar apabila terjadi gangguan distribusi atau perubahan kebijakan perdagangan.

Di sisi lain, Fabby menilai posisi Singapura relatif lebih aman dalam menghadapi pengurangan pasokan gas dari Indonesia. Pasalnya, porsi pengurangan tersebut hanya sekitar 2 persen dari total kebutuhan gas Singapura.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement