sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Pangan Jadi Biang Kerok Inflasi RI 0,30 Persen di September 2026

Economics editor
01/10/2026 12:44 WIB
BPS mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,30 persen secara month to month (mtm) pada September 2026 dipengaruhi oleh tekanan dari komoditas pangan.
Harga Pangan Jadi Biang Kerok Inflasi RI 0,30 Persen di September 2026. (Foto Istimewa)
Harga Pangan Jadi Biang Kerok Inflasi RI 0,30 Persen di September 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,30 persen secara month to month (mtm) pada September 2026 dipengaruhi oleh tekanan dari komoditas pangan. Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

"Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,88 persen secara bulanan dan memberikan kontribusi 0,26 persen terhadap inflasi nasional," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen, disusul cabai merah 0,06 persen, dan daging ayam ras 0,05 persen.

Selain itu, beras menyumbang 0,03 persen, telur ayam ras 0,02 persen, sementara ikan segar dan kangkung masing-masing memberikan kontribusi 0,01 persen.

Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi sebesar 0,14 persen dan memberikan andil deflasi 0,01 persen. BIG Consensus Insights yang dihimpun Data Indonesia memperkirakan inflasi tahunan September berada di sekitar 3,3 persen, sementara inflasi bulanan diproyeksikan sebesar 0,33 persen.

Meski demikian, kata Ateng, realisasi tekanan harga pada September 2026 tetap menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi tahunan pada Agustus 2026, tercatat 3,19 persen, sedangkan inflasi bulanannya sebesar 0,21 persen.

Sebelum BPS merilis data, sejumlah ekonom telah memperkirakan kenaikan harga pangan, khususnya beras, cabai, daging ayam, dan telur. Faktor lain yang diperkirakan turut memengaruhi inflasi adalah pergerakan harga energi dan biaya transportasi.

Sebagai informasi, inflasi Indonesia pada September 2026 tersebut meningkat dibandingkan inflasi pada Agustus 2026 yang berada di level 0,21 persen.

Namun secara tahunan, inflasi pada September 2026 mencapai 3,2 persen year on year. Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,17 persen year to date.

Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang bergerak dari 111,97 pada Agustus menjadi 112,31 pada September 2026.

Penulis: Birru Aisyah Shabrina

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Tim Editor
Advertisement
Advertisement