IDXChannel – Empat perusahaan nikel asal China berencana membahas pengurangan produksi di Indonesia, di tengah pelemahan harga nikel yang menekan keuntungan bisnis pengolahan bahan baku baterai.
Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/10/2026), keempat perusahaan tersebut adalah Tsingshan Holding Group Co, GEM Co, Lygend Resources & Technology Co, dan Zhejiang Huayou Cobalt Co.
Menurut sejumlah sumber, para petinggi perusahaan akan membahas besaran pengurangan produksi di fasilitas pengolahan nikel mereka di Indonesia.
Pembahasan ini melanjutkan pertemuan pada Agustus lalu yang belum menghasilkan kesepakatan.
Pelemahan harga nikel dan kobalt turut menekan bisnis HPAL (high-pressure acid leaching), teknologi pengolahan nikel yang menghasilkan MHP, material berbasis nikel dan kobalt untuk bahan baku baterai.