Selain pelemahan harga nikel dan kobalt, biaya produksi yang meningkat turut menekan keuntungan perusahaan.
Harga nikel di London Metal Exchange (LME) telah turun sekitar 20 persen dari posisi tertingginya pada Mei 2026.
Sejak Agustus, harga nikel kembali melemah, sementara harga kobalt menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.
Perusahaan China merupakan investor besar di industri nikel Indonesia, yang menyumbang lebih dari separuh produksi nikel dunia. (Reporter: Kidung Dhia Fardheena) (Wahyu Dwi Anggoro)