BI sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, didukung oleh arus modal yang masih masuk ke pasar obligasi, saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Rupiah juga mencatat penguatan moderat, sementara cadangan devisa meningkat menjadi USD146,5 miliar pada Agustus 2026.
Namun, menurut Suryaputra, dukungan tersebut belum cukup untuk menghilangkan risiko eksternal.
Federal Reserve (The Fed) diperkirakan masih menaikkan suku bunga hingga 4,25 persen pada akhir 2026 dan kembali menaikkannya pada 2027.
Di saat yang sama, harga minyak yang relatif tinggi dibandingkan harga ekspor Indonesia berpotensi memperburuk keseimbangan eksternal.