"Itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal. Kapalnya sudah tiba, sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga, mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," katanya.
Di satu sisi, Laode menuturkan, musim kemarau juga memicu terjadinya gelombang atau ombak yang lebih tinggi sehingga menyulitkan kapal untuk bersandar pada beberapa waktu lalu. Situasi dan kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Bali, tetapi di berbagai wilayah yang mengalami antrean BBM.
"Lalu yang kedua, ombak. Kalau ombak lagi tinggi, itu kapal tuh walaupun sudah ada di lokasi enggak bisa sandar. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian. Tapi begitu sudah sandar, kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar," ujar dia.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU dan optimalisasi suplai secara kontinu selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat sesuai kondisi di lapangan.