IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, fenomena antrean masyarakat yang antre membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali akibat terjadinya gangguan distribusi karena musim kemarau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, secara ketahanan stok saat ini masih dalam kondisi ideal secara nasional yakni berada di 18-20 hari. Namun, masalah pengiriman menjadi kendala utama sehingga pasokan BBM ke SPBU di Bali menjadi lebih lambat.
"Jadi masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Musim, ada kalau yang di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan enggak bisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," ujarnya saat ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Meski demikian, Laode menyampaikan, truk pengantar BBM di Bali saat ini sudah tiba. PT Pertamina (Persero) juga disebut telah melakukan operasi pasar selama 24 untuk mengurai antrean masyarakat yang hendak melakukan pengisian bahan bakar.