sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM jelang GP Mandalika 2026

Economics editor Rahmat Fiansyah
07/10/2026 17:19 WIB
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), memperkuat kesiapan distribusi BBM menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
PT Elnusa Petrofin (EPN)memperkuat kesiapan distribusi BBM menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (Foto: Ist)
PT Elnusa Petrofin (EPN)memperkuat kesiapan distribusi BBM menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), memperkuat kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Penguatan dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas pengunjung selama penyelenggaraan ajang tersebut. Kesiapan distribusi telah dimulai sejak 4 Oktober 2026 melalui penyaluran BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebagai langkah pengamanan stok menjelang rangkaian acara.

EPN menyiagakan 28 unit mobil tangki (MT) dengan total kapasitas 440 kiloliter (KL) dan 136 awak mobil tangki (AMT). Kesiapan tersebut diperkuat dua unit MT spot charter dengan kapasitas 32 KL.

Distribusi BBM mencakup penyaluran dari Integrated Terminal (IT) Ampenan menuju 72 SPBU dan 45 Pertashop di Pulau Lombok. Untuk memperkuat kesiapan di kawasan Mandalika, EPN juga menyiapkan SPBU 54.835.08 dan 54.835.14 sebagai SPBU kantong yang menjadi titik perhatian selama gelaran berlangsung.

Selain kawasan Mandalika, EPN juga memperkuat distribusi di sejumlah jalur masuk utama menuju Pulau Lombok. Tiga koridor pelabuhan, yakni Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, Pelabuhan Lembar dan Gili Mas di Lombok Barat, serta Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara, menjadi perhatian dalam pengaturan prioritas pengiriman.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan pengunjung yang masuk ke Lombok selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Memasuki periode puncak kegiatan, pola distribusi juga disesuaikan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM. Penyaluran pada Sabtu (10/10/2026) direncanakan dimulai lebih awal pada pukul 01.00 WITA. Sementara pada hari pelaksanaan utama, mobil tangki akan disiagakan di dua SPBU yang berada paling dekat dengan kawasan sirkuit.

“Kesiapan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia kami lakukan bukan hanya dengan memperkuat armada dan personel, tetapi juga memastikan aspek keselamatan dan kesehatan menjadi bagian utama dalam setiap proses distribusi. Kami ingin memastikan kebutuhan BBM masyarakat dan aktivitas di sekitar Mandalika tetap terlayani dengan baik, dengan proses operasional yang aman dan terjaga,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

Berbeda dengan operasional reguler, EPN melakukan sejumlah penguatan khusus menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dari sisi armada, jadwal servis berkala mobil tangki dipercepat untuk memastikan kendaraan yang digunakan berada dalam kondisi optimal.

Sebelum menjalankan tugas, armada juga menjalani Pre-Trip Inspection (PTI) dan Daily Inspection (DI) yang dilakukan oleh AMT dan mekanik dengan pengawasan tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Kesiapan AMT juga menjadi perhatian. Selain mendapatkan pengarahan rutin, AMT diberikan pembekalan mengenai kondisi operasional di lapangan, termasuk mitigasi dan alternatif jalur yang dapat digunakan ketika menghadapi kepadatan lalu lintas. Sebelum bertugas, AMT juga menjalani Fit to Work (FTW) untuk memastikan kondisi personel layak menjalankan pekerjaan.

Untuk menjaga kesiapan personel selama periode dengan intensitas operasional yang meningkat, EPN melakukan pemerataan Load of Operation (LO) dengan mengacu pada kebutuhan DOT harian. Dengan demikian, beban operasional AMT dapat lebih terjaga. 

Dukungan bagi personel juga diperkuat melalui penyediaan makanan tambahan dan pemberian vitamin selama periode operasional. Penguatan aspek HSSE turut didukung dengan penyiagaan personel HSSE dan tenaga medis selama operasional berlangsung. Pemantauan distribusi dilakukan melalui Road Traffic Control (RTC) di lokasi dan RTC pusat sehingga kondisi operasional dapat dipantau dan dikoordinasikan secara cepat.

“Kami melihat kesiapan personel sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan distribusi. Karena itu, treatment yang diberikan tidak hanya kepada armada, tetapi juga kepada AMT, mulai dari kesiapan fisik, pembekalan menghadapi kondisi jalan, hingga dukungan selama operasional. Harapannya, seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman dan optimal selama event berlangsung,” kata Ferdiansyah.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement