IDXChannel - Duta besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan komitmen Jerman untuk terus menjadi mitra strategis Indonesia, mulai dari akselerasi investasi teknologi tinggi, transisi energi berkelanjutan, hingga dukungan terhadap Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ralf Beste saat diwawancarai usai seremoni peringatan Hari Persatuan Jerman ke-36 yang berlangsung di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Ralf Beste mengungkapkan bahwa selain memperingati reunifikasi negaranya, momentum ini juga menjadi cerminan eratnya hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi antara Jerman dan Indonesia.
"Hari ini kita memperingati Hari Penyatuan Kembali Jerman. 36 tahun yang lalu, negara kami bersatu kembali. Namun kami juga merayakan tahun yang sangat sukses dalam hubungan Jerman-Indonesia," kata Ralf Beste.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi industri Jerman di Indonesia mencakup berbagai sektor krusial, seperti teknologi persinyalan LRT, penguatan jaringan listrik energi terbarukan di Sulawesi, hingga keterlibatan aktif dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP).
“Saya pikir ini adalah industri Jerman yang berkontribusi dengan teknologi. Baik itu dalam teknologi persinyalan LRT, baik itu dalam daya tenaga surya, proyek transisi energi, pembangunan jaringan listrik di Sulawesi misalnya, teknologi untuk menjalankan proyek energi terbarukan, dan kerja sama secara keseluruhan dalam Just Energy Transition Partnership (JETP),” ucap dia.
Selain itu, Jerman sebagai negara terbesar di Uni Eropa menyatakan dukungan penuhnya terhadap negosiasi IEU-CEPA.
"Hal lainnya adalah kerja sama dalam hal negosiasi IEU-CEPA, di mana Jerman merupakan negara terbesar di Uni Eropa. Kami mendukung negosiasi Uni Eropa-Indonesia (IEU-CEPA) yang dipimpin di pihak Indonesia oleh Pak Airlangga. Jadi ini adalah perdagangan, energi, dan kami siap menyediakan sangat banyak investasi teknologi tinggi di Indonesia," ujar Beste.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyambut positif penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang kini telah memasuki usia 74 tahun.
Airlangga memaparkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jerman telah menembus angka lebih dari USD6 miliar, dengan akumulasi investasi mencapai sekitar USD1,23 miliar sejak 2021. Saat ini, terdapat lebih dari 250 perusahaan asal Jerman yang beroperasi di Indonesia.
“Jerman juga menginisiasi beberapa program dalam energy transition, antara lain Just Energy Transition Partnership yang diluncurkan pada saat KTT G20 di Bali yang lalu,” papar Airlangga.
Terkait dengan perundingan IEU-CEPA, Indonesia menargetkan proses perundingan teknis dapat rampung sepenuhnya pada bulan ini. Sehingga proses ratifikasinya bisa segera diselesaikan.
"Tentu dengan Jerman dan beberapa negara Eropa, kita menantikan finalisasi daripada dokumen untuk IEU-CEPA yang diharapkan bisa diselesaikan di Oktober ini, sehingga Indonesia berharap bahwa proses ratifikasi bisa segera dilaksanakan," tegas dia.
Airlangga menuturkan, apabila proses ratifikasi berjalan lancar, pemerintah membidik implementasi penuh perjanjian perdagangan bebas tersebut pada awal tahun mendatang.
"Kalau proses ratifikasinya berjalan, Indonesia berharap bahwa di awal Januari nanti perjanjian ini bisa diimplementasikan," ujar Airlangga.
(Febrina Ratna Iskana)