“Saya pikir ini adalah industri Jerman yang berkontribusi dengan teknologi. Baik itu dalam teknologi persinyalan LRT, baik itu dalam daya tenaga surya, proyek transisi energi, pembangunan jaringan listrik di Sulawesi misalnya, teknologi untuk menjalankan proyek energi terbarukan, dan kerja sama secara keseluruhan dalam Just Energy Transition Partnership (JETP),” ucap dia.
Selain itu, Jerman sebagai negara terbesar di Uni Eropa menyatakan dukungan penuhnya terhadap negosiasi IEU-CEPA.
"Hal lainnya adalah kerja sama dalam hal negosiasi IEU-CEPA, di mana Jerman merupakan negara terbesar di Uni Eropa. Kami mendukung negosiasi Uni Eropa-Indonesia (IEU-CEPA) yang dipimpin di pihak Indonesia oleh Pak Airlangga. Jadi ini adalah perdagangan, energi, dan kami siap menyediakan sangat banyak investasi teknologi tinggi di Indonesia," ujar Beste.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyambut positif penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang kini telah memasuki usia 74 tahun.
Airlangga memaparkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jerman telah menembus angka lebih dari USD6 miliar, dengan akumulasi investasi mencapai sekitar USD1,23 miliar sejak 2021. Saat ini, terdapat lebih dari 250 perusahaan asal Jerman yang beroperasi di Indonesia.