“Dulu konsumen membandingkan siapa yang belanja lebih banyak. Sekarang, konsumen membandingkan siapa yang berhasil memperoleh deal yang lebih menguntungkan dan siapa yang berhasil menghemat,” tutur salah satu konsumen.
Firma konsultan Bain & Company mencatat pangsa penjualan barang mewah anjlok 19 persen pada 2024. Penurunan itu berlanjut sebesar 3-5 persen pada tahun lalu.
LVMH mengungkap bahwa penurunan penjualan itu didorong oleh pelemahan permintaan di pasar China. Sebaliknya, pangsa penjualan barang mewah bekas di negara itu justru meroket, dari 15 persen menjadi 20 persen pada 2025.
Firma konsultan lokal, Insight & Info Consulting, memperkirakan nilai penjualan barang mewah bekas di China mencapai 38,4 miliar yuan, atau setara dengan USD5,7 miliar, pada tahun lalu.
Nilai penjualan ini juga diprediksikan akan meningkat menjadi 100 miliar yuan pada 2030. Head of China Consumer Research Bank of America Chen Luo mengatakan bahwa konsumen tidak lagi mengasosiasikan kemewahan dengan status sosial.