"Pak Presiden ingin industri ini memberikan serapan tenaga kerja yang besar, terutama di sektor padat karya seperti tekstil, sepatu, dan elektronik yang terbukti berdampak signifikan pada pembukaan lapangan kerja," katanya.
Terkait kebutuhan investasi, Dony menyebut besaran anggaran akan ditentukan berdasarkan kebutuhan riil dalam proses pembenahan industri tekstil. Alokasi dana akan mempertimbangkan kondisi fasilitas produksi dan kebutuhan restrukturisasi masing-masing perusahaan.
"Mengenai jumlah anggarannya berapa, tentu sangat tergantung dari kebutuhan riil nanti saat kita memulai langkah memperbaiki industri tekstil ini," ujarnya.
(DESI ANGRIANI)