"Tujuan nomor satu kita adalah membangun platform sekaligus memenuhi kewajiban Danantara dalam membangun ekosistem industri dan ekosistem investasi guna mendukung program ekonomi dari Bapak Presiden," katanya.
Sigit menjelaskan, Danantara menetapkan lima pilar industri strategis sebagai landasan investasi. Pilar pertama adalah ketahanan energi, disusul ketahanan pangan dan kesehatan. Pilar ketiga berfokus pada hilirisasi mineral secara menyeluruh untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Menurut dia, integrasi rantai pasok dari hulu, tengah (midstream), hingga hilir dapat memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas ekstraktif atau perakitan semata.
"Kalau ekstraktif dampaknya hanya 1,2 sampai 1,5 dan perakitan hanya 1,4 sampai 1,9, tetapi jika kita garap dari hulu, tengah, hingga hilir, efek ekonominya tidak hanya 5 atau 10, melainkan bisa melompat 20 sampai 30 kali lipat," ujar Sigit.
Dua pilar lainnya mencakup pengembangan infrastruktur digital dan mobilitas, termasuk kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, transportasi, perbankan, dan teknologi finansial (fintech). Danantara juga membidik teknologi pertahanan sebagai salah satu sektor strategis untuk menghubungkan inovasi dengan investasi.