Kredit investasi menjadi salah satu penopang dengan pertumbuhan 25,13 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 11,04 persen.
Perkembangan ini menunjukkan masih adanya kebutuhan pembiayaan yang dapat ditangkap perbankan, baik melalui peningkatan utilisasi fasilitas kredit nasabah eksisting maupun penyaluran kredit baru.
Namun, ekspansi tersebut perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kebutuhan riil debitur, kondisi usaha, arus kas, serta kemampuan pembayaran.
Dalam konteks tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS memiliki ruang untuk menangkap peluang pertumbuhan kredit.
Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BWS tercatat sekitar Rp40,34 triliun.
Portofolio tersebut terutama ditopang kredit modal kerja sekitar Rp20,8 triliun dan kredit konsumsi sekitar Rp17 triliun, sementara kredit investasi berada di kisaran Rp1,8 triliun.