Pada saat yang sama, daya tarik aset negara berkembang dapat menghadapi tekanan seiring meningkatnya risiko aliran dana keluar dari emerging market.
Meski demikian, Sinarmas Sekuritas menilai BI masih memiliki ruang untuk menahan BI Rate di 5,75 persen atau menaikkannya satu kali sebesar 25 bps pada pertemuan September.
Ruang tersebut salah satunya ditopang oleh spread suku bunga Indonesia dan Amerika Serikat yang masih berada di kisaran 175-200 bps.
Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus mulai menunjukkan pemulihan.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi BI untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah, meski kapasitas intervensinya tetap perlu diperhitungkan secara hati-hati.